Sebenarnya, pemanasan global adalah hal yang pasti akan terjadi, cepat ataupun lambat. Hal itu disebabkan oleh pertambahan penduduk dunia dan tingkah laku yang menyertainya. Setiap orang mengkonsumsi energi dan dengan semakin inginnya orang untuk mendapatkan sesuai dengan cara yang cepat "instant", semakin besarlah dampak lingkungan yang terjadi. Seperti, misal penggunaan bahan bakar gas untuk memasak, asap yang dihasilkan setiap kita memasak akan naik ke atmosfer dan semakin banyaka sap atau zat buangan yang ke atas akan semakin cepat melubangi lapisan Ozon di atmosfer bumi.
Contoh dalam kehidupan sehari-hari adalah membakar sampah, membuang minyak bekas penggorengan ke tanah, memakai kantung platik dan bahan pembungkus yang tidak cepat cepat terurai kembali. Benda yang tidak dapat atau tidak cepat terrurai ekmbali tersebut akan merusak zat hara di dalam tanah sehingga merusak ekosistem lingkungan. Cara termudah yang dapat kita lakukan adalah, kurangi bahkan berhenti menggunakan benda yang terdapat kandungan bahan yang tidak ramah lingkungan. Katakan:
1.TIDAK untuk hairspray yang jelas-jelas terkandung zat kimia yang tidak bagus untuk udara bahkan untuk pernafasan;
2.TIDAK untuk tempat makan stereoform (styrofoam) dan kantung plastik, YA untuk kantung kertas dan tas kain;
3.TIDAK untuk perkakas rumah tangga dari plastik,YA untuk perkakas rumah tangga dari kayu dan logam;
4.TIDAK untuk membakar sampah yang masih dapat didaur ulang, YA untuk mengolah kembali sampah menjadi pupuk, atau kertas daur ulang;
5.TIDAK untuk merokok karena asapnya mengotori bumi, YA lebih baik menguyah permen;
6.TIDAK untuk menebangi pohon dan merusak tanaman, YA untuk lebih sering menanam tanaman.
Seperti pepatah tidak meninggalkan sampah kecuali jejak kaki, maka hendaknya kita tahu diri untuk lebih mencintai alam, maka alam akan balas mencintai kita. Suhu udara yang semakin tinggi beberapa tahun ini, karena ulah manusia sendiri yang membuang sampah yang "tidak hijau" sehingga memanaskan alam.
Tindakan nyata dimulai dari diri sendiri dari rumah. Beberapa hal yang saya lakukan sehari-hari setelah saya perhatikan ternyata turut mengurangi dampak pemanasan global. Setiap hari saya membuang air bekas cucian baju maupun piring untuk menyiram halaman. Saya perhatikan, pohon mangga yang semula daun-daunya kekuningan karena terkena panas, menjadi segar dan tumbuh daun-daun muda. Air bekas tersebut juga saya gunakan untuk menyiram jalan di depan rumah, terutama di waktu siang hari sehingga dapat mengurangi debu serta polusi udara dari asap kendaraan yang lalu-lalang. Sebagai seorang muslim, saya juga menggunakan air bekas wudhu untuk menyirami tanaman di pot. Dengan melakukan hal ini setiap hari, manfaatnya banyak saya peroleh.
Pada 20 April 2008 lalu, Na datang ke Green Festival (Festival Hijau). Event ini diselenggarakan bersama oleh Green Initiative Forum. Maksud penyelenggaraan festival yang melibatkan hampir semua pihak di bidang pengelolaan lingkungan ini adalah untuk membangun kesadaran dan menyebarluaskan pengetahuan mengenai isu pemasan global sebagai penyebab perubahan iklim.
Nah, banyak manfaat yang aku peroleh, salah satunya adalah pembuatan sumur biopori, untuk pembuatan pupuk kompos.
Nah berikut cara pembuatan sumur biopori lengkap dengan foto (dokumen Penulis, Juli 2008).
Langkah 1:

Gali tanah bentuk silinder, kedalaman 80 –100 cm (boleh kurang jika muka air tanah dangkal), diameter 10 - 30 cm. Isi lubang dengan sampah organik (sampah dapur, daun, rumput).
Tutup galian dengan menggunakan papan (dalam gambar, Penulis menggunakan tutup berbahan plastik). Tambah terus sampah organik, jika isi berkurang akibat pembusukan.
Sampah organik tersebut akan berubah menjadi serpihan2, dengan penampakan seperti tanah.
*Jika ingin membuat lebih dari satu sumur, jarak antara lubang yang satu dengan yang lain 50 – 100 cm
VIDEO pembuatan pupuk kompos (dokumentasi Penulis, Juli 2008)




Tidak ada komentar:
Posting Komentar